TVRINews, Kota Serang
Pemerintah Provinsi Banten terus mencari strategi untuk menekan angka pengangguran terbuka yang masih tinggi. Berdasarkan data Februari 2026, jumlah pengangguran terbuka di Banten mencapai sekitar 407 ribu orang.
Persoalan tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah masih adanya laporan pemutusan hubungan kerja atau PHK yang diterima Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten.
Kepala Disnakertrans Provinsi Banten, Septo Kalnadi, mengatakan PHK terjadi karena sejumlah faktor, mulai dari berakhirnya masa kontrak kerja hingga kondisi yang dihadapi masing-masing perusahaan.
“Laporan PHK masih terus kami terima. Dalam kondisi tertentu, laporan yang masuk bisa mencapai sekitar seratus laporan dalam sehari,” ujar Septo.
Untuk menekan angka pengangguran, Pemprov Banten tidak hanya mengandalkan penyerapan tenaga kerja dari sektor industri. Pemerintah mulai mendorong pengembangan sektor ekonomi kreatif, UMKM, pariwisata, serta memperkuat pelatihan vokasi.

Menurut Septo, pengembangan industri kreatif dapat menjadi salah satu alternatif untuk menciptakan lapangan pekerjaan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
“Coba perhatikan Yogyakarta, NTB, atau Bali. Industrinya tidak sebanyak Banten, tetapi tingkat penganggurannya relatif kecil. Setelah kami pelajari, salah satu sektor yang bisa meredam pengangguran terbuka adalah industri kreatif,” jelas Septo.
Septo menilai potensi ekonomi kreatif di Banten masih dapat dikembangkan lebih luas. Pemerintah daerah akan mendorong masyarakat agar tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga memiliki kemampuan menciptakan peluang usaha.
Selain industri kreatif, sektor UMKM dan pariwisata juga dinilai memiliki potensi besar dalam menyerap tenaga kerja. Pengembangan kedua sektor tersebut diharapkan mampu memperluas pilihan pekerjaan di luar sektor industri formal.
Kabupaten Serang menjadi salah satu wilayah yang turut mendapat perhatian dalam upaya pengurangan angka pengangguran. Pemprov Banten mendorong pemanfaatan potensi ekonomi lokal agar dapat berkembang menjadi sumber pertumbuhan usaha dan lapangan pekerjaan.
Di sisi lain, pelatihan kerja terus diperkuat untuk meningkatkan kompetensi masyarakat. Program vokasi diarahkan agar keterampilan calon tenaga kerja lebih sesuai dengan kebutuhan dunia industri dan dunia usaha.
Pemerintah berharap peningkatan keterampilan tersebut dapat memperbesar peluang masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan sekaligus mendorong munculnya wirausaha baru.
Dengan penguatan industri kreatif, UMKM, pariwisata, dan pelatihan vokasi, Pemprov Banten menargetkan semakin banyak masyarakat memiliki akses terhadap pekerjaan maupun peluang usaha, sehingga angka pengangguran terbuka di daerah tersebut dapat ditekan.










