TVRINews, Kabupaten Pandeglang
Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang menyalurkan bantuan air bersih kepada ratusan warga di dua desa, yakni Desa Pasir Lancar dan Desa Bojong Manik, Kecamatan Sindang Resmi. Warga tampak antusias dan berebut membawa jerigen serta ember demi mendapatkan pasokan air bersih.
Bantuan tersebut disalurkan lantaran warga telah mengalami krisis air bersih selama dua bulan terakhir akibat kemarau panjang. Sumur-sumur warga dilaporkan telah mengering, sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka terpaksa mengambil air dari sungai terdekat.
Romsih, salah seorang warga terdampak, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasokan air dari pemerintah daerah. Pasalnya, selain sumur yang kering, sumber air alternatif seperti kolam warga juga ikut mengering dan memaksa mereka berjalan sejauh dua kilometer menuju sungai.
"Selama 2 bulan ini mencari kemana-mana, karena sumur kering, paling ke kolam-kolam warga yang kita cari. Sekarang kolam juga kering, jadi ke sungai jaraknya 2 kiloan. Adanya bantuan ini, seneng alhamdulillah bersyukur banget, pemerintah memberikan bantuannya kepada kami, sangat berguna bagi kami, air bersih untuk masak, untuk kebutuhan kami sehari-hari," jelas Romsih, Selasa, 28 Juli 2026.
Sementara itu, Sekretaris BPBDPK Pandeglang, Nana Mulyana, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat terkait usulan bantuan air bersih yang mencakup 11 kecamatan dan sekitar 30 desa.
"Kami di BPBD Kota Pandeglang menerima laporan dari masyarakat bahwa telah ada beberapa usulan yang memohon karena kesulitan air sebanyak 11 kecamatan, antara lain Suka Resmi, Sindang Resmi, Cadas Sari, Pakia, Muncul, Pagelaran, Karang Tanjung dan kurang lebih 30 desa yang terdampak. Untuk Kepala Keluarga yang tercatat di kami sebanyak 3.931 KK," ungkap Nana.
Ia menambahkan, hingga saat ini sudah tercatat sebanyak 174 ribu liter air bersih yang berhasil disalurkan kepada warga terdampak. Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar senantiasa menghemat penggunaan air bersih selama musim kemarau serta tidak membuka lahan dengan cara dibakar guna mencegah potensi kebakaran hutan dan lahan.
"Kami juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Manfaatkan air bersih, jika ada kekurangan air bersih, segera laporkan ke BPBDPK," pungkasnya.









