TVRINews, Kabupaten Lebak
Penampakan bekas permukiman warga di Desa Sukarame dan Desa Sukajaya, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten, kembali muncul ke permukaan setelah debit air Bendungan Karian menyusut drastis akibat musim kemarau. Sisa-sisa bangunan, ruas jalan kampung, hingga hamparan sawah dan ladang yang dulunya menjadi sumber penghidupan warga kini terlihat jelas setelah lama tertutup air.
Bagi masyarakat yang pernah tinggal di kawasan tersebut, fenomena surutnya waduk ini bukan sekadar dampak kemarau biasa. Lanskap yang kembali terlihat memunculkan kembali kenangan mendalam tentang kampung halaman yang terpaksa harus mereka tinggalkan demi proyek pembangunan Bendungan Karian.
Muhammad Husen, salah seorang warga setempat, mengaku merasakan kesedihan yang mendalam saat melihat kembali kampung halaman tempat ia dilahirkan dan dibesarkan. Ia menceritakan bahwa kawasan tersebut dulunya merupakan pemukiman yang ramai dengan fasilitas sosial dan keagamaan yang lengkap.
"Dari minggu-minggu kemarin air bendungan menyusut. Kelahiran saya kan disini ya, kampung saya kan disini juga. Sedih banyak kenangannya disini, sekarang hanya bisa melihatnya saja, 24 jam memandangi bekas kampung saya yang dulunya rame, sekarang menjadi sepi. Banyak yang datang, pada maen liat kampung, pada sedih, nelangsa liat kenangan kampung masa kecil. Masjid ada 2, tempat-tempat mengaji juga banyak, Karena sumur-sumur warga juga banyak yang kering, jadi banyak sekarang yang ke bendungan dan ke kali untuk ambil air karena kekeringan," ujar Husen, Selasa, 28 Juli 2026.
Bendungan Karian sendiri dibangun di atas aliran Sungai Ciberang, yang merupakan anak Sungai Ciujung. Infrastruktur strategis ini berfungsi menopang kebutuhan air baku, sistem irigasi pertanian, serta pengendalian banjir di wilayah Provinsi Banten dan sekitarnya.
Setiap kali musim kemarau tiba dan debit air surut, dasar bendungan secara konsisten memperlihatkan lanskap desa-desa yang pernah hidup. Fenomena ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik megahnya pembangunan infrastruktur besar nasional, tersimpan kisah relokasi ribuan warga serta memori kampung halaman yang kini hanya dapat dikenang ketika air surut.









