TVRINews, Banten
PSSI Provinsi Banten bersama KONI Provinsi Banten mulai mempersiapkan atlet secara dini untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Persiapan juga diarahkan untuk PON XXIII tahun 2032 saat Banten dan Lampung menjadi tuan rumah.
Pembinaan atlet dilakukan secara berkelanjutan melalui program latihan dan kompetisi untuk meningkatkan kualitas serta daya saing atlet Banten di tingkat nasional.
Executive Committee PSSI Provinsi Banten, Amirul Mukminin, mengatakan persiapan harus dilakukan secara maksimal untuk menghadapi dua agenda besar tersebut.
“PSSI Provinsi Banten tentu harus bersiap secara maksimal baik untuk PON 2028 yang akan diselenggarakan di NTB dan NTT maupun 2033 saat Banten dan Lampung menjadi tuan rumah PON,” ungkap Amirul Mukminin, Minggu, 7 Juni 2026.
Sebagai bagian dari upaya menjaring pemain potensial, PSSI Banten akan menggelar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Kota Tangerang Selatan pada 2026. Ajang tersebut menjadi sarana pencarian bakat untuk memperkuat kontingen Banten pada berbagai kejuaraan mendatang.
“Salah Satu langkah strategis sebagai persiapan adalah kita akan mengadakan Pekan Olahraga Provinsi di Kota Tangerang Selatan yang akan dilaksanakan di tahun 2026 ini adalah salah satu model Talent Scouting bagaimana kita mencari pemain pemain terbaik yang akan membela Banten di ajang Pra-Pon 2028, maupun di tahun 2030,” ungkapnya.
Saat ini, Banten memiliki tiga klub yang berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, yakni Dewa United, Persita Tangerang, dan Adhyaksa FC. Kehadiran klub-klub tersebut dinilai dapat mendukung pembinaan pemain usia muda serta memperkuat fondasi sepak bola daerah.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum KONI Provinsi Banten, Deni Arisandi, menilai latihan yang berkesinambungan harus dibarengi dengan kompetisi agar kemampuan atlet dapat berkembang secara optimal.
Menurutnya, berbagai ajang pertandingan telah disiapkan sebagai bagian dari persiapan menuju PON 2028 sekaligus untuk mengukur kemampuan atlet.
“Juara itu tidak bisa dihasilkan dalam instan, kita haru ada latihan, kita harus ada pertandingan, dan salah satunya ini Ponprov dan salah satu latihan, kami akan mengundang semua pengurus olahraga yang ada dibawah naungan Koni Banten, yang pasti kami akan melakukan 2 element tadi, latihan yang latihan yang kontinu, mengikuti kejuaran atau turnamen yang kontinu,” ungkap Deni Arisandi, Wakil Ketua Umum KONI Provinsi Banten.
Selain mempersiapkan atlet untuk PON 2028, Banten juga mulai mematangkan kesiapan sebagai tuan rumah PON XXIII tahun 2032 bersama Lampung. Persiapan jangka panjang tersebut diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.










