TVRINews, Cilegon
Menjelang Hari Raya Iduladha, pengiriman hewan kurban dari Pulau Sumatra menuju Pulau Jawa mengalami peningkatan. Kondisi tersebut membuat petugas Satuan Pelaksana Merak dari Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten memperketat pengawasan di jalur penyeberangan.
Kepala Satpel Merak BKHIT Banten, Melani Wahyu Adiningsih, mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk mencegah masuknya hewan yang terjangkit penyakit, seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), zoonosis, dan antraks.
Dalam pelaksanaannya, petugas karantina bekerja sama dengan kepolisian, TNI, serta dinas pertanian guna memastikan seluruh hewan yang melintas dalam kondisi sehat.
Sebelum dikirim ke daerah tujuan, hewan kurban wajib menjalani pemeriksaan kesehatan dan skrining karantina. Jika dinyatakan sehat, petugas akan menerbitkan sertifikat kesehatan hewan.
Sebaliknya, hewan yang terindikasi terpapar penyakit akan dikembalikan ke daerah asal untuk mencegah penyebaran wabah.
“Lalu lintas hewan ruminansiayang melintas melalui Pelabuhan Penyeberangan Pelabuhan Merak rata-rata mencapai 11.900 ekor per bulan. Namun, menjelang Hari Raya Iduladha jumlah tersebut mengalami peningkatan yang cukup signifikan,” ujar Melani, Jumat, 15 Mei 2026.
Hingga kini, volume pengiriman hewan kurban dari Sumatera ke Jawa terus meningkat dibandingkan hari biasa seiring mendekatnya Iduladha.










