TVRINews, Tangerang
Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, memasuki hari ketujuh. Petugas gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan instansi terkait masih berupaya memadamkan api yang tersisa di sejumlah titik.
Proses pemadaman terkendala medan yang sulit dilalui serta hembusan angin kencang yang membuat api terus menyala di beberapa lokasi. Kondisi tersebut menyebabkan petugas belum dapat menjangkau seluruh titik api secara maksimal.
Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, mengatakan suhu panas selama musim kemarau memicu munculnya gas metana dari timbunan sampah sehingga meningkatkan potensi api kembali menyala.
“Alhamdulilah asapnya sudah mulai terkendali artinya penyemprotan dari udara dan dari darat terus berjalan , hanya sekarang angin kencang ke arah Barat sini dan ada memang beberapa titik karena anginnya kencang dan gas metananya di bawah juga muncul sehingga asapnya muncul disana,” ungkap Maesyal Rasyid, Selasa, 7 Juli 2026.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, mengatakan medan di area gunungan sampah masih menyulitkan petugas menjangkau titik kebakaran. Hingga kini, luas area yang masih terbakar diperkirakan sekitar 3,6 persen dari total 18 hektare yang sempat dilalap api sejak Selasa, 30 Juni.
Meski sebagian besar titik api telah berhasil dikendalikan, proses pendinginan terus dilakukan untuk mencegah api kembali membesar.
“Titik – titik yang apinya tinggal 3,5 persen lagi walaupun yang lainnya sudah tidak kelihatan api tetapi dilihat kan masih panas dan berpotensi lagi bisa keluar api makanya pendinginan tetap dilakukan,” ungkap Ujat Sudrajat, selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Tangerang.
Hingga saat ini, petugas terus melakukan pemadaman melalui jalur darat. Upaya tersebut juga diperkuat dengan pengerahan tiga helikopter water bombing untuk menjangkau titik api dari udara.










