TVRINews, Pandeglang
Aktivitas nelayan di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Selasa, 7 Juli 2026, tetap berlangsung seperti biasa meski Gunung Anak Krakatau masih menunjukkan aktivitas erupsi. Sejumlah nelayan terlihat bersiap membawa perahu menuju Perairan Selat Sunda untuk mencari ikan.
Mereka tetap melaut karena hasil tangkapan ikan menjadi sumber utama penghasilan keluarga. Meski demikian, para nelayan mengaku tetap waspada dengan tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau serta mengikuti informasi cuaca dan peringatan dari otoritas terkait.
"Khawatir, tapi mau cari sesuap nasi ya diberanikan aja lah pengennya erupsi cepat membaik lah biar kita melautnya tidak was was," ungkap Nata, salah seorang nelayan.
Hal senada disampaikan Ali, nelayan lainnya. Ia mengaku sudah terbiasa menghadapi aktivitas Gunung Anak Krakatau yang kerap mengalami erupsi. Namun, ia berharap kondisi segera membaik agar dapat melaut tanpa dihantui rasa khawatir.
"Kalau khawatir ya pasti, tapi disisi lain juga kita kan sebagai nelayan berjuangnya dengan anak istri kalau memikirkan eruspi gunung anak krakatau mau makan apa keluarga kita, Sebagai warga pesisir sudah terbiasa dan memang iya cukup mengkhawatirkan dan takut juga," terang Ali, salah seorang nelayan.
Sebelumnya, pada Jumat, 3 Juli 2026, Badan Geologi menaikkan tingkat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau menjadi Level III atau Siaga. Peningkatan status tersebut dilakukan menyusul meningkatnya aktivitas kegempaan dan erupsi yang melontarkan abu vulkanik hingga setinggi 200 meter.










