TVRINews, Banten
Suasana duka menyelimuti Kampung Pagedongan, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, saat jenazah Surakman tiba di kampung halamannya, Kamis, 24 September 2026.
Surakman merupakan salah satu awak kapal motor KM Arupadhatu 1 yang hilang kontak bersama rombongan jurnalis di perairan Selat Sunda sejak 7 September 2026.
Jenazah tiba di Masjid Jami Alkhusaeni sekitar pukul 10.30 WIB, setelah menempuh perjalanan lebih dari empat jam dari Provinsi Bengkulu menuju Pandeglang.
Kedatangan jenazah disambut keluarga dan warga dengan suasana haru. Setelah diserahkan kepada pihak keluarga, jenazah disalatkan di Masjid Jami Alkhusaeni sebelum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ki Demang yang berada tidak jauh dari kediaman almarhum.
Surakman ditemukan di Kepulauan Enggano, Bengkulu Utara, pada hari kelima operasi pencarian. Setelah dilakukan identifikasi dan pencocokan DNA dengan pihak keluarga, kepolisian memastikan jenazah tersebut merupakan Surakman.
Salah satu putra almarhum, Yayat Suryadi, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pencarian hingga pemulangan jenazah.
“Keluarga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah terlibat dalam proses pencarian korban,” ujar Yayat, Kamis, 24 September 2026.
Yayat mengatakan keluarga menerima kepulangan Surakman dan menyerahkan seluruh proses selanjutnya kepada pihak yang berwenang.
Sementara itu, tujuh orang lainnya yang berada dalam rombongan KM Arupadhatu 1, terdiri atas lima jurnalis, kapten kapal, dan seorang pemandu, masih dalam pencarian.










