TVRINews, Banten
Tim SAR gabungan terus memperluas pemantauan terhadap korban KM Arupadhatu 1 yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. Pemantauan dilakukan dengan menyebarkan e-broadcast kepada nelayan dan masyarakat pesisir di sejumlah wilayah.
Penyebaran informasi tersebut mencakup wilayah Lebak, Banten, Lampung, hingga Bengkulu, termasuk masyarakat di sekitar Pulau Enggano yang menjadi lokasi ditemukannya satu jasad kru kapal sebelumnya.
Hingga saat ini, Kantor SAR Bengkulu dan Kantor SAR Lampung masih berkoordinasi dengan masyarakat pesisir serta nelayan setempat. Namun, hasil pemantauan di wilayah Lebak hingga Bengkulu belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban lainnya.
Kakarnas Banten, Al Amrad, mengatakan pemantauan tetap dilakukan dengan mengandalkan informasi dari masyarakat dan nelayan di wilayah yang masuk dalam area pencarian.

“Saat ini pencarian dilanjutkan dengan pemantauan dan penyebaran e-broadcast secara terus-menerus kepada SAR Bengkulu, Lampung, Lebak, hingga instansi pemerintah daerah, masyarakat, dan para nelayan,” ujar Al Amrad, dikutip Kamis, 24 September 2026.
Sejak 17 September 2026, tim SAR gabungan secara aktif menyebarkan e-broadcast kepada instansi terkait, nelayan, dan masyarakat di sepanjang wilayah pesisir hingga Pulau Enggano.
Pemantauan juga dilakukan berdasarkan pergeseran target pencarian. Area operasi SAR yang telah dicakup mencapai sekitar 16.840 mil, meliputi wilayah Banten, Lampung, hingga Bengkulu.
Hingga hari ke-10 operasi pencarian, belum ditemukan objek tambahan yang berkaitan dengan korban selain jasad yang ditemukan di Pulau Enggano pada 12 September 2026.
Tim SAR bersama masyarakat dan nelayan di wilayah pesisir kini terus melakukan pemantauan dan melaporkan setiap temuan yang diduga berkaitan dengan korban kepada petugas.










