TVRINews, Kab. Tangerang
Kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, masih belum berhasil dipadamkan.
Petugas gabungan masih berupaya memadamkan api yang terus muncul di sejumlah titik. Kepulan asap tebal masih terlihat membumbung dari area timbunan sampah.
Dua helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melakukan penyiraman dari udara untuk mempercepat proses pemadaman.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Faizal Malik Hendropriyono, menjelaskan bahwa karakteristik kebakaran di TPA Jatiwaringin hampir sama dengan kebakaran lahan gambut.

(Foto: Wakil Menteri Lingkungan Hidup RI, Diaz Faizal Malik Hendropriyono)
Menurutnya, cuaca panas memicu pelepasan gas metana (CH4) dari timbunan sampah yang kemudian memantik api. Kondisi tersebut juga berpotensi menimbulkan ledakan dari dalam tumpukan sampah.
Karena memiliki karakteristik serupa dengan kebakaran lahan gambut, Kementerian Kehutanan mengerahkan Tim Manggala Agni untuk membantu proses pemadaman menggunakan metode inject, yakni menyuntikkan air hingga ke lapisan dalam timbunan sampah agar titik api yang berada di bawah permukaan dapat dipadamkan.
"Ini karakteristiknya mirip seperti kebakaran lahan gambut. Karena mungkin di atasnya terlihat sudah padam, tetapi ketika kita lihat di bagian bawahnya ini masih ada apinya gitu. Karena di bawahnya tetap kebakaran, sehingga kita butuh bantuan Manggala Agni untuk melakukan injection sampai ke titik di bawah," kata Diaz, dikutip Minggu, 6 Juli 2026.
Petugas juga berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk melakukan operasi modifikasi cuaca guna mempercepat proses pemadaman.










