TVRINews, Pandeglang
Krisis air bersih masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang, Banten. Kesulitan mendapatkan air layak pakai membuat sebagian warga terpaksa memanfaatkan air selokan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut terjadi di Kampung Cisampih, Desa Pakuluran, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang. Warga menggunakan air selokan yang keruh dan diduga berpotensi tercemar untuk berbagai keperluan rumah tangga, seperti mandi dan mencuci piring.
Warga mengaku terpaksa menggunakan air selokan karena sulit mendapatkan pasokan air bersih. Sementara itu, kebutuhan air untuk keperluan sehari-hari terus berlangsung.
Salah seorang warga Kampung Cisampih, Iyan Udriana, mengatakan kekeringan telah berlangsung selama sekitar lima bulan. Kondisi tersebut membuat warga tidak memiliki banyak pilihan untuk mendapatkan air.
"Kekeringan udah lima bulan. Terpaksa pakai air selokan untuk mandi, kadang ya gatal. Ga ada alternatif lain karena kemarau. Ada bantuan pemerintah tapi kurang mencukupi," ujar Iyan, Selasa, 25 Agustus 2026.
Menurut warga, bantuan air bersih dari pemerintah memang telah disalurkan, tetapi jumlahnya belum mampu memenuhi kebutuhan dalam jangka waktu panjang.
Warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan, tidak hanya melalui distribusi air bersih, tetapi juga dengan menyediakan solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan sumber air.
Penanganan tersebut dinilai penting agar warga tidak lagi terpaksa menggunakan air yang berisiko tercemar dan membahayakan kesehatan.










