TVRINews, Tangerang
Musim kemarau panjang mulai berdampak terhadap debit air Sungai Cisadane. Kondisi tersebut terlihat dari muka air di Bendung Pasar Baru atau Pintu Air 10, Kota Tangerang, Banten, yang kini berada di level 11,1.
Meski kondisi tersebut masih dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan air saat ini, penurunan debit yang terus terjadi mulai menjadi perhatian pengelola.
Sejumlah bagian dasar perairan bahkan mulai terlihat akibat berkurangnya volume air.
Kepala UPTD DAS Cisadane, Didik Purwanto, mengatakan kondisi normal debit air di Pintu Air 10 berada di kisaran 12,40. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, debit air menunjukkan tren penurunan.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu diantisipasi sejak dini melalui pengaturan distribusi dan efisiensi penggunaan air. Apalagi, apabila debit terus turun, ketersediaan air dapat memasuki kondisi kritis.
"Seperti yang teman-teman bisa lihat sendiri kondisinya memang dua bulan terakhir ini, hampir tiga bulan ya, ada kecenderungannya turun. Jadi posisinya sekarang di 11,1," ujar Didik Kepala UPTD Das Cisadane, Kamis, 10 September 2026.
Untuk menjaga ketersediaan air, pengelola telah melakukan penyesuaian terhadap aliran sungai, termasuk menutup sejumlah pintu air di bagian hulu. Penutupan tersebut telah berlangsung hampir satu bulan.
Aliran air yang tersedia kemudian diatur dan disesuaikan agar kebutuhan di bagian hilir tetap dapat terpenuhi. Penggunaan air pada sejumlah saluran irigasi juga disesuaikan dengan kondisi debit yang tersedia.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga pasokan air selama musim kemarau.
Didik mengatakan kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena berdasarkan prediksi cuaca, hujan baru berpotensi kembali turun secara signifikan pada Oktober mendatang.
"Kalau kita perhatikan trennya menurun, yang kami khawatirkan adalah prediksi BMKG juga sampai bulan Oktober baru akan ada hujan. Kami juga dengan PDAM mengimbau ada penghematan atau efisiensi terhadap penggunaan air," katanya.
Selain mengatur distribusi air, pengelola juga mengimbau masyarakat dan para pengguna air untuk melakukan efisiensi dalam pemakaian air.
Koordinasi dengan pihak penyedia air, termasuk PDAM, juga akan dilakukan menyusul kondisi debit Sungai Cisadane yang terus mengalami penurunan.
Pengelola berharap langkah penghematan dan pengaturan distribusi dapat membantu menjaga ketersediaan air hingga kondisi cuaca kembali normal.










