TVRINews, Pandeglang
Memasuki hari kedelapan pencarian, Tim SAR Gabungan terus mencari lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda.
Sebanyak 20 kapal dikerahkan untuk menyisir wilayah perairan yang diduga menjadi lokasi keberadaan korban maupun kapal yang digunakan. Pencarian juga didukung unsur udara dengan menyiagakan satu unit helikopter.
Kepala Seksi Operasi SAR Banten, Rizky Dwianto, mengatakan jumlah kapal yang terlibat dalam operasi pencarian bertambah dari 18 kapal pada hari sebelumnya menjadi 20 kapal.
“Untuk luas area pencarian hari ini mencapai 3.962 mil persegi. Pencarian dibagi menjadi lima sektor dengan melibatkan 20 kapal. Seluruh unsur kami maksimalkan untuk menemukan para korban,” ujar Rizky.
Puluhan kapal tersebut berasal dari berbagai unsur, di antaranya TNI Angkatan Laut, Basarnas, Polairud, serta unsur terkait lainnya.
Penyisiran dilakukan terhadap sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi keberadaan korban. Tim juga memantau temuan benda yang terlihat mengapung di permukaan laut untuk memastikan keterkaitannya dengan kapal yang hilang kontak.
Selain melalui jalur laut, pencarian dilakukan dari udara menggunakan Helikopter HR-3604. Helikopter tersebut masih bersiaga di ATS Bogor dan dapat dikerahkan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan operasi.
Tim SAR Gabungan juga memperluas pencarian melalui jalur darat dengan menyisir kawasan pesisir mulai dari Pantai Carita hingga Pantai Anyer.
Dengan berbagai metode tersebut, pencarian diharapkan dapat mempersempit area operasi sekaligus menemukan petunjuk baru mengenai keberadaan delapan orang yang masih dinyatakan hilang.
Tim SAR Gabungan memastikan operasi pencarian terus dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh unsur dan sarana yang tersedia.
Hingga hari kedelapan operasi, tim masih berupaya menemukan lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. Tim berharap seluruh korban dapat segera ditemukan dan dievakuasi.










