TVRINews, Kabupaten Serang
Dampak fenomena El Nino mulai dirasakan sektor pertanian di Kabupaten Serang, Banten. Musim kemarau panjang menyebabkan ratusan hektare lahan persawahan mengalami kekeringan, bahkan puluhan hektare tanaman padi dilaporkan gagal panen atau puso.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, sedikitnya 793 hektare lahan sawah terdampak kekeringan.Dari jumlah tersebut, 68 hektare di antaranya mengalami gagal panen.
Kondisi terparah terjadi di Kecamatan Jawilan dengan luas puso mencapai 49 hektare, disusul Kecamatan Kopo seluas 19 hektare. Menurunnya debit air pada saluran irigasi yang menjadi sumber utama pengairan membuat sawah mengering dan tanah mulai retak. Akibatnya, tanaman padi yang seharusnya memasuki masa panen tidak dapat berkembang secara optimal.
Kepala DKPP Kabupaten Serang, Suhardjo, mengatakan luas lahan yang sempat terancam kekeringan sebenarnya mencapai sekitar 810 hektare. Namun, sebagian lahan berhasil diselamatkan melalui upaya pompanisasi.
"Secara kumulatif lahan yang terdampak kekeringan mencapai sekitar 810 hektare. Namun sekitar 16,5 hektare berhasil diselamatkan melalui pompanisasi sehingga tidak sampai mengalami puso," ujar Kepala DKPP Kabupaten Serang, Suhardjo, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Untuk membantu petani yang mengalami kerugian akibat gagal panen, Pemerintah Kabupaten Serang juga telah mengajukan bantuan benih padi sebanyak 25 kilogram kepada Pemerintah Provinsi Banten sebagai upaya untuk mendukung musim tanam berikutnya.
Pemerintah daerah berharap bantuan benih tersebut dapat meringankan beban petani sekaligus mempercepat pemulihan produksi pertanian setelah musim kemarau berakhir. Selain itu, optimalisasi pompanisasi dan pengelolaan sumber air akan terus dilakukan untuk mengurangi risiko kekeringan apabila musim kemarau berkepanjangan kembali terjadi.









