TVRINews, Pangandaran
Fenomena kenaikan muka air laut terjadi di kawasan Pantai Batuhiu, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Selasa, 11 Agustus 2026. Air laut sempat mencapai area jalan di sekitar pesisir hingga membawa material berupa daun dan ranting ke daratan.
Peristiwa tersebut terjadi ketika wilayah selatan Jawa Barat memasuki periode pancaroba. Kondisi air laut yang naik membuat sejumlah warga yang melintas di kawasan Pantai Batuhiu mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon seluler.
Meski sempat menggenangi hingga area jalan, kondisi itu tidak berlangsung lama. Menjelang siang, permukaan air laut berangsur turun dan kembali ke kondisi normal.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi, mengatakan perubahan kondisi perairan tersebut berkaitan dengan dinamika cuaca dan angin di wilayah selatan Jawa Barat.
Menurut Dodo, kecepatan angin di kawasan tersebut saat ini berada pada kisaran 20 hingga 25 knot atau sekitar 37–46 kilometer per jam. Kondisi angin tersebut berpotensi memengaruhi tinggi gelombang dan muka air laut di kawasan pesisir.
“Kondisi angin tersebut dapat berdampak terhadap kenaikan muka air laut yang mengakibatkan air laut terlihat lebih tinggi dan dapat mencapai daratan atau kawasan pesisir,” ujar Dodo, dikutip Rabu, 12 Agustus 2026.
Dodo menjelaskan, kenaikan muka air laut hingga mendekati daratan bukan merupakan kejadian yang sama sekali baru. Kondisi serupa dapat muncul ketika terjadi perubahan pola angin dan gelombang laut pada musim tertentu.
“Kejadian tersebut adalah hal yang sudah biasa terjadi setiap musim,” katanya.
Meski demikian, masyarakat diminta tidak menganggap remeh perubahan kondisi laut. Terutama bagi warga yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan pesisir, kewaspadaan tetap diperlukan ketika terjadi perubahan cuaca dan peningkatan gelombang.
BPBD Pangandaran juga mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan kondisi berdasarkan video atau informasi yang beredar di media sosial. Informasi yang belum terverifikasi dikhawatirkan dapat memicu kepanikan di tengah masyarakat.
“Kami berharap masyarakat dengan bijak menggunakan media sosial,” ujar Dodo.
Selain warga, imbauan kewaspadaan juga ditujukan kepada wisatawan yang sedang berlibur di kawasan Pantai Batuhiu dan objek wisata pantai lainnya di Pangandaran.
BPBD meminta masyarakat dan wisatawan untuk sementara menjauh dari area pantai apabila kondisi gelombang atau muka air laut kembali meningkat. Aktivitas di sekitar garis pantai sebaiknya dilakukan setelah kondisi perairan dinyatakan kembali aman.
Langkah tersebut penting untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan cuaca yang berlangsung cepat selama masa pancaroba.
BPBD Pangandaran mengingatkan bahwa kondisi laut dapat berubah sewaktu-waktu. Karena itu, masyarakat diminta mengutamakan keselamatan, mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang, serta tidak memaksakan diri melakukan aktivitas di pesisir ketika gelombang dan angin sedang meningkat.










