TVRINews, Pandeglang
Kelangkaan minyak goreng bersubsidi kemasan Minyakita terjadi di Pasar Tradisional Badak, Kabupaten Pandeglang, Banten, dalam sepekan terakhir. Para pedagang mengaku kesulitan memperoleh pasokan Minyakita dari agen maupun distributor.
Minimnya pasokan dari produsen diduga menjadi penyebab utama kelangkaan tersebut. Selain sulit didapatkan, harga jual Minyakita di tingkat pasar juga mengalami kenaikan dan melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Saat ini, harga Minyakita di Pasar Badak mencapai Rp20.000 hingga Rp21.000 per liter. Angka tersebut jauh di atas HET yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.
Aman, salah seorang pedagang di Pasar Badak Pandeglang, mengatakan kelangkaan Minyakita sudah berlangsung sejak sekitar satu pekan terakhir. Menurutnya, selain stok yang terbatas, harga minyak goreng bersubsidi tersebut juga terus mengalami kenaikan.
"Kelangkaan sudah terjadi sejak sepekan terakhir. Selain sulit didapat, harga Minyakita juga cukup mahal," ujar Aman kepada tvrinews.com, Senin, 8 Juni 2026.
Hingga kini, para pedagang dan pengecer masih menunggu kepastian terkait normalisasi pasokan serta harga Minyakita. Mereka berharap distribusi minyak goreng bersubsidi dapat kembali lancar agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan harga kembali sesuai ketentuan pemerintah.










