TVRINews, Pandeglang
Tiga ruang kelas di SD Negeri Padahayu 2, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, Banten, mengalami kerusakan berat hingga tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Kondisi tersebut membuat puluhan siswa harus mengikuti pembelajaran secara bergantian.
Kerusakan terlihat pada bagian atap sejumlah ruang kelas yang ambrol dan menyisakan tumpukan puing di dalam ruangan. Dari total enam ruang kelas yang tersedia, tiga di antaranya mengalami kerusakan parah sehingga tidak lagi layak digunakan.
Keterbatasan ruang membuat sekolah menerapkan sistem belajar bergantian agar seluruh siswa tetap mendapatkan pembelajaran. Sebagian siswa juga terpaksa belajar di lantai dengan menggunakan meja kecil tanpa kursi.
Kepala SD Negeri Padahayu 2, Tedi Rustandi, mengatakan kondisi bangunan sekolah telah mengalami kerusakan selama sekitar enam tahun. Sekolah juga telah beberapa kali mengajukan permohonan perbaikan kepada pemerintah daerah, tetapi hingga kini belum terealisasi.
"Kerusakan bangunan sekolah ini sudah berlangsung sekitar enam tahun. Kami sudah beberapa kali mengajukan permohonan perbaikan kepada pemerintah daerah, tetapi sampai sekarang belum juga terealisasi," ujar Tedi Rustandi, Kepala SD Negeri Padahayu 2, Kamis, 23 Juli 2026.
Sekolah berharap perbaikan segera dilakukan agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan efektif. Perbaikan ruang kelas juga diperlukan untuk menjaga keselamatan siswa serta menciptakan lingkungan pendidikan yang layak.










