TVRINews, Kabupaten Serang
Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau pada awal September 2026 berdampak terhadap sektor pariwisata di kawasan Anyer, Kabupaten Serang, Banten. Tingkat kunjungan wisatawan disebut mengalami penurunan hingga 80 persen.
Penurunan kunjungan tersebut turut berdampak pada pendapatan masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian dari sektor pariwisata, mulai dari pengelola destinasi, hotel, restoran, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kondisi tersebut mendapat perhatian Komisi VII DPR RI. Komisi VII mendorong Kementerian Pariwisata menyiapkan langkah pemulihan dan promosi pariwisata di kawasan Anyer setelah kondisi dinyatakan aman untuk dikunjungi oleh otoritas terkait.
Dorongan tersebut disampaikan seiring dengan penurunan status Gunung Anak Krakatau dari level Siaga ke Waspada. Upaya pemulihan dinilai perlu dilakukan untuk membantu kembali menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat yang terdampak penurunan kunjungan wisatawan.

"Kami juga merasa prihatin dengan adanya insiden dan erupsi sebab itu sangat berpengaruh terhadap sektor kehidupan kita terutama pada pariwisata kita dan tentu ini harus kita dorong lagi agar pariwisata pulih kembali. Harapannya dari Kementerian Pariwisata dapat mendorong kembali promosi tempat-tempat wisata yang kita miliki," ujar Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay kutip Selasa, 29 September 2026
Lebih lanjut ia menambahkan, jika langkah ini sangat penting untuk pemulihan sektor pariwisata di kawasan pesisir Banten.
Ia juga berharap, agar pemulihan pariwisata Anyer ini dapat dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan.










