TVRINews, Kota Serang
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di Provinsi Banten untuk mewaspadai ancaman kekeringan akibat menguatnya fenomena El Nino yang dikenal dengan istilah El Nino Godzilla.
Kondisi tersebut diperkirakan membuat musim kemarau berlangsung lebih kering dari kondisi normal. Masyarakat diminta menghemat penggunaan air bersih, sementara petani diimbau menyesuaikan pola tanam dengan kondisi cuaca.
Kepala Seksi Analisis dan Prakiraan BMKG Serang, Akhmad Fadholi, mengatakan kondisi kekeringan perlu diantisipasi karena dapat berlangsung hingga awal tahun depan.
“Masyarakat dan sektor pertanian perlu bersiap menghadapi kondisi kekeringan. Untuk petani, pola tanam perlu disesuaikan dengan memilih komoditas yang lebih tahan terhadap kondisi kering,” ujar Akhmad Fadholi, Kepala Seksi Analis dan Prakiraan BMKG Serang.
Fenomena El Nino menyebabkan pusat pembentukan awan hujan bergeser ke wilayah Samudra Pasifik. Kondisi ini berdampak pada berkurangnya curah hujan di Banten sehingga musim kemarau menjadi lebih kering dibandingkan kondisi normal.
Selain minimnya curah hujan, suhu udara di Banten diprakirakan mencapai 35 hingga 36 derajat Celsius. Kelembapan udara juga dapat turun hingga di bawah 50 persen.
Kondisi tersebut berpotensi memicu sejumlah dampak, mulai dari krisis air bersih, kekeringan lahan pertanian, hingga meningkatnya risiko dehidrasi dan kebakaran lahan maupun sampah.
BMKG meminta masyarakat menggunakan sumber air yang tersedia secara bijak dan tetap menjaga kebutuhan cairan tubuh untuk mencegah dehidrasi.
Akhmad juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan terbuka. Vegetasi yang berada dalam kondisi sangat kering membuat api lebih mudah menyebar dan meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.










