TVRINews, Provinsi Banten
Kementerian Pertanian bersama Pemerintah Provinsi Banten menerapkan sistem Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) di lahan seluas 100 hektare di Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.
Program ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.
Melalui metode tanam lebih rapat dan pemanfaatan teknologi pertanian modern, populasi tanaman padi per hektare dapat meningkat sehingga hasil panen diharapkan lebih optimal.
Selain meningkatkan produksi, sistem pertanian modern ini juga ditargetkan mampu menekan biaya produksi dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Gubernur Banten, Andra Soni, mengatakan Provinsi Banten menjadi salah satu daerah percontohan program modernisasi pertanian dari Kementerian Pertanian.
“Hari ini satu lagi program dari Kementerian Pertanian untuk mengupayakan swasembada pangan Indonesia. Provinsi Banten menjadi salah satu proyek percontohan PM-AAS,” ujar Andra Soni.
Ia menjelaskan, program tersebut melibatkan sekitar 90 kelompok tani dengan total lahan tanam mencapai 100 hektare.
Sementara itu, Sekretaris Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Kementerian Pertanian, Husnain, mengatakan metode PM-AAS mengadopsi pola tanam padi rapat dengan sistem tanam benih langsung.
“Harapannya metode ini lebih efisien dan mampu meningkatkan produktivitas. Targetnya bisa mencapai 10 ton per hektare,” jelas Husnain.
Menurutnya, metode serupa sebelumnya telah diterapkan di Soppeng, Sulawesi Selatan, dengan hasil panen mencapai 10,2 ton per hektare, serta di Sukamandi, Jawa Barat, dengan capaian 8,7 ton per hektare.
Program penanaman di Banten ini merupakan tahap ketiga dari total 15 lokasi percontohan yang tersebar di 14 provinsi di Indonesia. Pemerintah berharap modernisasi pertanian dapat memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan produktivitas petani di daerah.










