TVRINews, Kabupaten Banten
Empat orang nelayan yang sempat terombang-ambing di tengah laut akhirnya berhasil diselamatkan oleh Tim SAR gabungan. Kapal yang mereka tumpangi dilaporkan mengalami mati mesin di perairan Air Anyir, Kabupaten Bangka, pada Senin, 17 Agustus 2026.
Berdasarkan kronologi kejadian, keempat nelayan tersebut awalnya berangkat melaut dari Dermaga Serata, kawasan Pasir Padi, menuju perairan Air Anyir pada sekitar pukul 06.00 pagi. Namun nahas, saat waktu menunjukkan sekitar pukul 16.00 WIB, mesin kapal yang mereka gunakan tiba-tiba mati total dan tidak dapat dihidupkan kembali untuk beroperasi.

Laporan mengenai kejadian tersebut baru diterima oleh pihak Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang pada pukul 17.00 WIB. Mendapat laporan itu, Tim SAR gabungan langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian dengan menggunakan armada sekoci dari KN SAR Karna.
Operasi penyelamatan di tengah laut ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya tim rescue dari Kantor SAR Pangkalpinang, Anak Buah Kapal (ABK) KN SAR Karna, Polairud Polda Bangka Belitung, serta Bakamla Bangka Belitung.
Dalam perjalanan menuju titik koordinat, para petugas di lapangan mengaku sempat terkendala oleh jarak pandang yang sangat terbatas di wilayah perairan. Setibanya di lokasi, tim mendapati kapal nelayan tersebut dalam kondisi lego jangkar dan langsung mengambil tindakan untuk mengevakuasi keempat nelayan ke daratan.

Petugas juga turut mengamankan mesin kapal yang rusak, sementara fisik kapal untuk sementara waktu ditinggalkan di lokasi dalam kondisi lego jangkar agar nantinya dapat diperbaiki dan diambil kembali oleh pemiliknya.
Terkait proses evakuasi tersebut, Komandan Tim (Dantim) Basarnas, Kurniaji, memaparkan laporan resmi mengenai operasi gabungan yang telah dilakukan.
"Kami melaporkan untuk pelaksanaan operasi SAR terhadap empat orang nelayan yang mengalami mati mesin di perairan Air Anyir. Kami bersama tim gabungan dari Polair dan Bakamla telah melaksanakan operasi SAR," jelas Kurniaji memastikan kondisi para korban pascaevakuasi, dikutip Selasa, 18 Agustus 2026.
Setelah seluruh proses evakuasi dinyatakan selesai, Tim SAR kemudian merapat kembali ke dermaga PT SS di kawasan Pelabuhan Pangkal Balam. Keempat nelayan yang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat tersebut langsung diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing.










